Entries Tagged as ‘the past’

February 27, 2007

The Painted Veil

Biasanya anak-anak cowok ini memenuhi inbox saya dengan email-email jorok. Tetapi hari itu sebuah review mengenai film The Painted Veil urung membuat saya mengklik tombol delete. Tagline film itu membuat saya tersentak kaget:
Sometimes the greatest journey is the distance between two people.
God. That is one of the most beautiful lines I’ve ever heard in my [...]

February 26, 2007

Yuk, mariii

Mempertemukan dua hati memang tidak pernah mudah. Saya nyaris setuju dengan frasa ‘gampang-gampang susah’. Debar-debar bukan lagi milik berdua, tetapi milik bersama. Wajah-wajah cemas yang menunggu, menengok ke pintu masuk setiap beberapa detik sekali. Ada beberapa mangkok mie angsio sapi, xiao long bao isi ayam, dan beberapa gumpal resah. Mungkin begini rasanya hendak menikah.
Jari-jari saya [...]

February 19, 2007

Berbagi Suami – Part 3

“It’s just that … I am so in love with him. I know I’m in a deep shit. Rescue me!” she yelled over a cup of coffee. The tears. The tissues. Disappointment. It hurts her. And it hurts us.
The rain had just stopped as we gathered inside that small coffee shop in town. Just us. [...]

February 15, 2007

Berdua, Dulu

Seorang teman sebentar lagi akan menikah. Seorang lagi justru baru saja berpisah. Seorang kawan mengaku sedang gelisah. Seorang lagi tengah dihantui perasaan bersalah. Ketika seseorang diam-diam menyimpan rasa, ada seseorang yang tengah berupaya menepiskan cinta. Ketika sekeping cinta dilepaskan ke udara, seorang sahabat berlari untuk menangkap jatuhnya, sementara seorang lagi bersembunyi agar tak terkena serpihannya.
Ada [...]

February 14, 2007

My Bloody Valentine

I have only 2 Valentine memories.
When I was 13 (or 14? I’m too lazy to count) someone gave me a cute teddy bear on Valentine’s day. I still keep the teddy bear until now, and you probably have taken a glimpse of it in my previous postings. It is irresistably cute
OK, so that’s [...]

February 2, 2007

Mute

I wish I could tell you right away.
About this funny feeling I felt inside of me since the very first time we met. About how the feeling lingers up to now; though the intensity has lessen bit by bit. About how I choose to remember you the way I want it; until sometimes the boundaries [...]

January 29, 2007

Pudar.

It hurts.Saya melesak semakin dalam bersama setiap kata yang kamu ucapkan. Ternyata pertemuan ini sama sekali tidak menyenangkan. Kenapa kamu selalu kembali di saat saya sudah merasa baik-baik saja sendirian?
Saya muak.Cerita ini selalu berulang dengan akhir yang berbeda setiap kalinya, tetapi tidak pernah berakhir sesuai dengan apa yang saya inginkan. Episode ini semakin lama menjadi [...]

January 22, 2007

The supergirl got ill part 2

Lying sick in my bed from Wednesday throughout last weekend, my bedroom had turned into a small clinic. There were glasses of hot water, tea, and Swiss Miss chocolate, bottles of orange juice and vitamin C, a carton of UHT milk, biscuits and fruit pies, pills and tablets of all kinds, aspirin and peppermint syrup, [...]

January 12, 2007

We don’t have much, but we have each other…

Sebuah jendela yang sudah lama tak terbuka.
Saya bahkan tidak tahu bahwa jendela itu ada. Sampai akhirnya dia membuka jendela itu dan muncul di hadapan saya.
Kami mulai dari nada; sesuatu yang sejak dulu menjadi kegemaran kami berdua, kemudian jendela itu terisi dengan kata-kata, begitu saja; baris demi baris memenuhi bingkainya dengan masa-masa ketika kami belum [...]

January 8, 2007

Terlambat untuk saat ini, terlambatkah untuk nanti?

Bahkan lama setelah kamu pergi, saya masih bisa mengingatmu dengan intensitas yang jauh lebih kerap dibandingkan saat-saat yang sudah lama lewat; saat-saat ketika kamu masih di sini.
Betapa jarak 20 sentimeter pada globe seukuran bola basket yang memisahkan titik tempat saya berdiri dan tempat kamu berada justru membuat kamu terasa lebih dekat; ketika detail-detail mengenai kamu [...]