:: bubur ayam, salah satu keajaiban dunia…
Ketika hujan malam-malam, memang paling enak menyantap semangkok bubur ayam di bawah tenda di pinggiran Simpang Tiga yang temaram. Sudah keduluan, ternyata, oleh mereka-mereka yang perutnya keroncongan, hendak berteduh dari hujan, atau sekedar pacaran.
Bubur putih yang panas, mengepul, lengkap dengan suwiran ayam goreng, kerupuk, dan juga sate usus..
Sayang, hanya tinggal dua mangkok lagi. Tak ada sisa untuk orang ketiga yang melongok sedih ke dasar panci. Kosong, tentunya.
Mmm, terhidang di meja. Harum. Hangat. Dicicip sedikit. Mmh. Hangat ke hati
Pas asinnya. Pas gurihnya. Tak perlu menambah bumbu lagi. Begini sudah sempurna.
Sebenarnya, jika masih ada bubur tersisa, saya akan memesan semangkok bubur lagi untuk dibungkus. Iya, semangkok lagi. Oh, bukan. Bukan untuk oleh-oleh; tetapi untuk dimakan sendiri sehabis mandi. Hihihi.
About this entry
You’re currently reading “:: bubur ayam, salah satu keajaiban dunia…,” an entry on Di Sini.
- Published:
- 5.15.08 / 3am
- Category:
- life
- Tags:


14 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]