November 6, 2009
1. Dia adalah lelaki yang gemar mengintip dari balik lensa kameranya dan menangkap momen secara sembunyi-sembunyi.
2. Pada hari ketika kami bertemu untuk yang pertama kali, tiba-tiba saja saya sudah didaulat untuk mengambilkan telepon genggamnya yang tertinggal di dalam taksi. Berbekal fotokopi KTP lelaki itu, pada suatu siang yang lengas saya bertamu ke sebuah pangkalan taksi di daerah Jakarta Selatan, mengambilkan telepon genggam lelaki yang baru saya kenal satu hari saja itu, kemudian menyerahkan telepon genggam itu pada malam harinya, dengan tebusan traktiran di Pizza Hut.
3. “Bawa motor saja banyak cewek yang mau sama aku. Apalagi kalau aku bawa mobil,” kata lelaki itu suatu hari. Keep reading →
October 9, 2009
Mengenai kepergian itu, sebenarnya nggak terlalu penting ke mana tujuannya. Yang jadi berarti justru perjalanannya.
Mau pakai koper atau ransel, tinggal di hotel bintang lima atau di Betel Box yang sekamar berlima, yang penting kamu ada. Keep reading →
September 23, 2009
Sekotak ingatanku tentangmu adalah serupa film-film sedih. Sesak akan beberapa episode perpisahan yang selalu dilalui seorang diri (lucu, karena bukankah sebuah perpisahan biasanya melibatkan dua orang—ia yang tinggal dan ia yang pergi?).
Selalu ada kota-kota asing dengan pemandangan yang tak kukenali. Rewind episode-episode sebelumnya sembilan kali. Ada hujan yang turun terlalu dini (dan sejak saat itu tidak pernah lagi berhenti, sehingga setiap kali perpisahan itu terjadi, kelopak langit selalu meneteskan gerimis).
Repetisi hi-and-goodbye ini seperti iklan wafer cokelat yang diulang-ulang—bukan cuma tiga, tetapi dua puluh kali, hingga perjumpaan dan perpisahan ini mulai terasa sebagai satu siklus yang nyaris menjemukan sekaligus mengerikan.
Hai.
Sejak lama, genangan hujan telah menjelma danau yang beku lapisan atasnya. Di sanalah, setiap kali kau kembali, kita bersua. Angin dingin menerpa wajahmu yang merona selagi kau berseluncur riang di atas danau beku itu; menyerpih-nyerpih permukaan es-nya dengan gesekan pisau tajam di bawah sepatumu.
September 18, 2009
You don’t run with the crowd, you go on your own way, you don’t play after dark, you light up my day. Got your own kind of style that sets you apart. Baby, that’s why you captured my heart.
I know sometimes you feel like you don’t fit in. And this world doesn’t know what you have within. When I look at you I see something rare: a rose that can grow anywhere, and there’s no one I know that can compare. Keep reading →
September 17, 2009
The most comfortable feeling in the world is when I’m squeezing marshmallow, or sitting lazily at Coffee Bean: slurping Sunrise and enjoying the yellowish view of Chicago Cheese Cake,

Keep reading →